Mengenali Sejarah melalui Paket Pulau Tidung

Bagi masyarakat Jakarta, Kepulauan Seribu bukanlah tempat asing. Kepulauan Seribu sudah menjadi destinasi wisata sejak lama. Salah satu pulaunya adalah Pulau Tidung. Masyarakat bisa mengunjungi Pulau Tidung dengan memanfaatkan wisata paket Pulau Tidung. Dalam paket tersebut sudah ada daftar tempat yang bisa dikunjungi ketika berlibur. Banyak agen wisata yang menawarkan berbagai fasilitas dengan harga yang bervariasi. Masyarakat bisa memilih sesuka hati sesuai dengan fasilitas yang diinginkan dan harga yang paling sesuai dengan budget.

Pulau Tidung merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Kepulauan Seribu dan tergolong sebagai pulau penduduk. Wisatawan bisa pergi dan pulang dengan transportasi yang bermutu. Penginapan yang disediakan untuk para wisatawan juga bermutu tinggi dengan harga yang terjangkau.

Apabila menyukai wisata yang berhubungan dengan sejarah, tempat yang bisa ditawarkan dalam paket Pulau Tidung adalah Makam Panglima Hitam di timur Pulau Tidung Kecil. Berdasarkan legenda yang beredar di masyarakat, Panglima Hitam adalah salah satu panglima yang ikut dalam perang melawan Belanda. Pulau Tidung awalnya tidak berpenghuni hingga akhirnya Panglima Hitam dan pasukannya merupakan orang yang pertama kali mengunjungi Pulau Tidung sebagai tempat persembunyian. Cerita lain mengatakan bahwa sebenarnya Panglima Hitam hanya sebuah julukan yang merujuk pada pengawal kerajaan.

Wisata sejarah lain yang bisa dikunjungi adalah Makam Raja Pandhita. Raja Pandhita adalah raja dari Suku Tidung di Kalimantan Timur. Pada penjajahan Belanda, Raja Pandhita menjadi tawanan dan diasingkan. Namun Raja Pandhita berhasil melarikan diri sampai terdampar di sebuah pulau d Kepulauan Seribu. Di pulau tersebut Raja Pandhita tidak mengaku dirinya adalah raja tetapi karena sifatnya yang ramah masyarakat sekitar menyeganinya. Sampai Raja Pandhita dimakamkan, tidak ada masyarakat yang tahu bahwa ia seorang raja. Hingga akhirnya muncul Suku Tidung yang mencari rajanya. Setelah tahu bahwa yang dimakamkan adalah seorang raja, masyarakat sekitar menamai pulau tersebut Pulau Tidung. Jika berminat, wisatawan bisa memilih paket Pulau Tidung yang mencakup dua tempat ini dan menggali banyak informasi dari masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *